Minggu, 02 Oktober 2016

UANG


WAJAHKU BIASA SAJA, FISIKKU JUGA LEMAH, NAMUN AKU MAMPU MEROMBAK TATANAN DUNIA.AKU JUGA BISA MERUBAH PERILAKU BAHKAN SIFAT , KARENA MANUSIA MENGIDOLAKAN AKU. BANYAK ORANG YANG MERUBAH KEPRIBADIANNYA, MENGKHIANATI TEMAN, MENJUAL TUBUH, BAHKAN MENINGGALKAN KEYAKINANNYA, DEMI AKU.
        AKU TAK MENGERTI PERBEDAAN ANTARA ORANG BENAR DAN BEJAT, TAPI MANUSIA MEMAKAI AKU SEBAGAI PATOKAN DERAJAT. MENENTUKAN KAYA DAN MISKIN, TERHORMAT DAN TERHINA.
AKU BUKAN IBLIS, TAPI SERING ORANG MELAKUKAN KEKEJIAN DEMI AKU.
AKU JUGA BUKAN ORANG KETIGA, TAPI BANYAK SUAMI ISTRI BERPISAH GARA-GARA AKU. ANAK DAN ORANG TUA BERSELISIH  KARENA AKU, PARA PEJABAT RELA MENJUAL KEHORMATANNYA DEMI AKU.
SANGAT JELAS AKU BUKAN TUHAN, TAPI MANUSIA MENYEMBAH AKU SEPERTI TUHAN. BAHKAN KERAP KALI HAMBA-HAMBA TUHAN LEBIH MENGHORMATI AKU, PADAHAL TUHAN SUDAH BERPESAN JANGAN JADI HAMBA UANG.
        SEHARUSNYA AKU YANG MELAYANI MANUSIA, TAPI KENAPA BANYAK ORANG MENJADI BUDAK  AKU. AKU TIDAK PERNAH MENGORBANKAN DIRIKU UNTUK SIAPAPUN  TAPI KENAPA BANYAK ORANG RELA MATI DEMI AKU.
PERLU AKU INGATKAN :
        AKU HANYA BISA JADI ALAT BAYAR RESEP OBAT ANDA, TAPI TIDAK MAMPU MEMPERPANJANG HIDUPMU. KALAU SUATU HARI ANDA DIPANGGIL OLEH TUHAN AKU TIDAK BISA MENEMANI  ANDA.APALAGI MENJADI PENEBUS DOSA-DOSA ANDA. ANDA HARUS MENGHADAP SENDIRI KEPADA SANG PENCIPTA LALU MENERIMA PENGHAKIMANNYA.
        SAAT  ITU , TUHAN  AKAN HTIUNG-HITUNGAN DENGAN ANDA; APAKAH SELAMA HIDUP ANDA MENGGUNAKAN AKU DENGAN BAIK, ATAU SEBALIKNYA MENJADIKAN AKU SEBAGAI TUHAN  ?
INI INFORMASI TERAKHIRKU  KEPADAMU :
AKU TIDAK ADA DISURGA, JADI JANGAN CARI AKU   DISANA.






SALAM SAYANG  :  UANG

Minggu, 12 Juni 2016

perkembangan masa kanak-kanak, remaja dan dewasa

Perkembangan masa kanak-kanak, remaja, dan dewasa

Masa kanak-kanak dimulai dengan anak belajar mengkaji  masalah susunan kalimat dan bagiannya/ tata kalimat, dan terus berlanjut sampai kemunculan kebutuhan terhadap rekan bermain yang statusnya setara. Selama masa ini, ibu masih tetap menjadi pribadi yang paling penting. Namun, perannya sudah berbeda dengan waktu anak masih bayi. Pada masa ini, anak akan dapat membedakan peran ayah dan ibunya masing-masing. Dan emosi menjadi timbal balik: anak sanggup memberikan kembali kelembutan maupun tindakan kasar yang pernah ia terima, ingin di penuhi kebutuhannya seperti ingin bermain, kebutuhan akan pendidikan dari orang tua, kesuksesan, dan kebutuhan untuk diterima oleh lingkungan. Karakter anak pada masa ini, cenderung menyenangi suatu proses. Periode kanak-kanak akhir, lebih tertarik dengan teman sesama jenis yaitu masa pubertas yang daya tariknya hetero seksual. Masa kanak-kanak ini merupakan periode akulturasi (penggabungan budaya) yang cepat. Selain menguasai bahasa, anak-anak juga belajar pola-pola budaya kebersihan, latihan menggunakan toilet, kebiasaan makan, dan dunia nyata menjadi fokus perhatian. Setelah masa kanak-kanak anak, anak melewati masa pra-remaja yaitu pada usia 8 setengah tahun. Di masa pra-remaja anak memulai ketertarikan sejati kepada pribadi lain.  
Periode remaja ialah masa transisi dalam periode kanak-kanak ke periode dewasa. Periode ini dianggap sebagai masa yang amat penting dalam kehidupan sesorang, khususnya dalam pembentukan kepribadian individu. Secara umum, periode remaja merupakan klimaks dari periode-periode perkembangan sebelumnya. Dalam periode ini, apa yang diperoleh sebelumnya diuji dan dibuktikan sehingga dalam periode selanjutnya individu telah mempunyai satu pola pribadi yang lebih Mantap.  Periode ini di bagi dalam dua periode yaitu periode remaja awal dan periode remaja akhir. Periode remaja awal dimulai dengan pubertas. Masa ini ditandai oleh meledaknya ketertarikan genital. Masa remaja awal adalah titik-titik dalam perkembangan kepribadian dan didominasi perubahan-perubahan biologis. Masa remaja akhir dimulai ketika anak-anak muda sanggup merasakan nafsu dan keintiman terhadap satu orang yang sama, dan berakhir pada masa dewasa saat mereka sanggup membangun sebuah hubungan cinta yang abadi.  Ciri utama masa remaja akhir ialah penyatuan antara keintiman dan nafsu.

Periode dewasa secara umum adalah umur- umur pemantapan diri terhadap pola hidup baru (berkeluarga). Pada masa ini cenderung mengutamakan karir dari pada percintaan tetapi juga pada tahap ini memilih pasangan dengan serius dan cita-citanya lebih realistis. Ia belajar berbagai peranan yang sudah menetap seperti : menjadi orang tua, guru dan lainnya.

kesuksesan terbesar dalam hidupku

Mampu menyukseskan hari bersejarah

Pada waktu saya duduk dibangku Sekolah menengah Pertama, saya terpilih menjadi anggota pasukan pengibar Bendera Merah Putih, dan ini merupakan pengalaman pertama saya menjadi anggota pasukan pengibar bendera. Perasaan saya waktu itu bercampur senang dan takut. Saya senang karena ini merupakan impian saya menjadi orang yang berbakti kepada Negara, walaupun hanya di tempatkan pada pasukan 45. Karena impian utama saya terpilih ialah menjadi penggerek Bendera. Namun saya juga takut karena banyak cerita yang saya dengar bahwa latihan itu bukan gampang tapi membutuhkan kekuatan dan ketabahan. Walaupun rasa takut itu menghantui saya, tetap saya memilih untuk mengikuti latihan karena saya terpikir kepada para pahlawan yang terdahulu yang telah gugur demi memperjuangkan sehingga tercapainya suatu kemerdekaan yang sekarang dinikmati. Memang waktu itu kebahagiaan saya belum sampai puncak, karena saya tidak di tempatkan sebagai penggerek. Tetapi pada waktu saya memasuki  Sekolah Menegah Atas tepatnya kelas X, saya kembali terpilih menjadi pasukan pengibar Bendera Merah Putih. Waktu itu pelatih menyeleksi yang akan ditempatkan pada pasukan delapan dan juga sebagai penggerek bendera. Dari sekian banyak orang yang diseleksi menjadi penggerek bendera, ternyata sayalah yang terpilih. Hati saya begitu bahagia, ternyata impian saya terwujud juga menjadi penggerek Bendera Merah Putih. Kami mengikuti latihan yang begitu keras. Hingga sampai pada puncak latihan pada tanggal 16 Agustus yang mana kami mengikuti gladi. Pada hari itu, kami pasukan delapan di bimbing secara khusus oleh pelatih terkhusus kami tiga orang yang di percayakan untuk mengibarkan bendera. Pelatih menanamkan di dalam hati kami bahwa “ kalian ini kebanggaan Negara tunjukanlah yang terbaik, tunjukanlah kepada masyarakat dan pemimpin negeri ini bahwa kalian adalah anak-anak bangsa yang berbakti”. Keesokan harinya, tibalah saatnya kami untuk menunjukan hasil yang selama ini telah kami peroleh. Jantung saya berdebar tak tentu. Saya menarik napas panjang sebelum memasuki arena. Setelah itu, saya merasa siap. Seiring dengan detakan kaki saya memasuki arena keraguan dalam diri saya pun hilang. Dan pada saat bendera kami kibarkan, luar biasa berjalan sesuai dengan apa yang di harapkan. Saya merasa bahwa diri saya memperoleh kesuksesan yang luar biasa bagi negara. Kami bangga pada diri kami sendiri, terkhusus saya. Kami pun diberi penghargaan dari bapak bupati dan kami diajak foto bersama. Mereka mengucapkan selamat kepada kami semua, dan juga saya mewakili teman-teman mengucapkan terima kasih dan mencurahkan kata hati kami. Luar biasa menjadi kebanggaan negara.

Ini adalah salah satu kesuksesan yang membuat saya bangga menjadi anak negeri ini. Demikian kisah saya pada kesempatan ini. Banyak yang ingin saya ceritakan, namun cukup sampai disini dulu.  

Jumat, 13 Mei 2016

Peran Pendidik

      PERAN PENDIDIK
oleh : Naomi Teti Ngedi (13115065)


Dalam kehidupan berpendidikan kita dituntut untuk menjadi manusia yang memiliki kepribadian yang berkualitas, baik itu dari intelektual maupun  nilai moral (sikap, tingkah laku).  Baik itu kita sebagai pendidik maupun sebagai peserta didik. Pendidik di anjurkan untuk mejadi orang yang mampu memotivasi peserta didik agar peserta didik termotivasi dan mampu menjalankan tugas dan kewajibannya. Dipundaknya terdapat tanggung jawab yang besar dalam upaya mengantarkan peserta didik kearah tujuan pendidikan. Sebangai pendidik  harus dapat mengupayakan perkembangan peserta didik. Potensi-potensi ini sedemikian rupa dikembangkan secara seimbang sampai mencapai tingkat yang optimal.
Sehubungan dengan fungsinya sebagai pengajar, pendidik dan pembimbing, maka diperlukan adanya  berbagai peranan pada diri guru. Peranan guru ini akan senantiasa menggambarkan pada diri guru. Peranan guru ini akan senantiasa menggambarkan pola tingkah laku yang diharapkan  dalam berbagai interaksinya, baik dengan siswa yang terutama peserta didik maupun sesama pendidik. Dari berbagai kegiatan interaksi belajar mengajar, dapat dipandang sebagai sentral bagi peranannya. Sebab baik disadari atau tidak bahwa sebagian dari waktu dan perhatian guru banyak dicurahkan untuk menggarap proses belajar mengajar dan berinteraksi dengan siswanya. Oleh karena itu, dalam mendidik peserta didiknya yang daya serapnya kurang, pendidik biasanya kewalahan menjelaskan. Karena itu, pendidik dapat menggunakan alat peraga yang dapat digunakan untuk membantu peserta didik dalam menelaah materi yang berikan.
Didalam meningkatkan perkembangan peserta didik, guru juga harus berperan secara efektif dan efesien. Efektif dalam arti pendidik harus benar-benar mampu memberikan perubahan kearah lebih baik bagi peserta didik. Dan efisien dalam arti mampu menjalankan tugas dengan tepat. Dengan demikian, maka mutu dan kualitas peserta didik yang dihasilkan benar-benar sesuai dengan yang diharapkan.