Mampu menyukseskan hari bersejarah
Pada
waktu saya duduk dibangku Sekolah menengah Pertama, saya terpilih menjadi
anggota pasukan pengibar Bendera Merah Putih, dan ini merupakan pengalaman
pertama saya menjadi anggota pasukan pengibar bendera. Perasaan saya waktu itu
bercampur senang dan takut. Saya senang karena ini merupakan impian saya
menjadi orang yang berbakti kepada Negara, walaupun hanya di tempatkan pada
pasukan 45. Karena impian utama saya terpilih ialah menjadi penggerek Bendera.
Namun saya juga takut karena banyak cerita yang saya dengar bahwa latihan itu
bukan gampang tapi membutuhkan kekuatan dan ketabahan. Walaupun rasa takut itu
menghantui saya, tetap saya memilih untuk mengikuti latihan karena saya
terpikir kepada para pahlawan yang terdahulu yang telah gugur demi
memperjuangkan sehingga tercapainya suatu kemerdekaan yang sekarang dinikmati.
Memang waktu itu kebahagiaan saya belum sampai puncak, karena saya tidak di
tempatkan sebagai penggerek. Tetapi pada waktu saya memasuki Sekolah Menegah Atas tepatnya kelas X, saya
kembali terpilih menjadi pasukan pengibar Bendera Merah Putih. Waktu itu
pelatih menyeleksi yang akan ditempatkan pada pasukan delapan dan juga sebagai
penggerek bendera. Dari sekian banyak orang yang diseleksi menjadi penggerek
bendera, ternyata sayalah yang terpilih. Hati saya begitu bahagia, ternyata
impian saya terwujud juga menjadi penggerek Bendera Merah Putih. Kami mengikuti
latihan yang begitu keras. Hingga sampai pada puncak latihan pada tanggal 16 Agustus
yang mana kami mengikuti gladi. Pada hari itu, kami pasukan delapan di bimbing
secara khusus oleh pelatih terkhusus kami tiga orang yang di percayakan untuk
mengibarkan bendera. Pelatih menanamkan di dalam hati kami bahwa “ kalian ini
kebanggaan Negara tunjukanlah yang terbaik, tunjukanlah kepada masyarakat dan
pemimpin negeri ini bahwa kalian adalah anak-anak bangsa yang berbakti”.
Keesokan harinya, tibalah saatnya kami untuk menunjukan hasil yang selama ini telah
kami peroleh. Jantung saya berdebar tak tentu. Saya menarik napas panjang
sebelum memasuki arena. Setelah itu, saya merasa siap. Seiring dengan detakan
kaki saya memasuki arena keraguan dalam diri saya pun hilang. Dan pada saat
bendera kami kibarkan, luar biasa berjalan sesuai dengan apa yang di harapkan.
Saya merasa bahwa diri saya memperoleh kesuksesan yang luar biasa bagi negara.
Kami bangga pada diri kami sendiri, terkhusus saya. Kami pun diberi penghargaan
dari bapak bupati dan kami diajak foto bersama. Mereka mengucapkan selamat
kepada kami semua, dan juga saya mewakili teman-teman mengucapkan terima kasih
dan mencurahkan kata hati kami. Luar biasa menjadi kebanggaan negara.
Ini
adalah salah satu kesuksesan yang membuat saya bangga menjadi anak negeri ini.
Demikian kisah saya pada kesempatan ini. Banyak yang ingin saya ceritakan,
namun cukup sampai disini dulu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar